Ingin Tahu Jenis Muntah Pada Bayi dan yang Perlu Diwaspadai? Simak Artikel Berikut Ini!

Bayi yang baru lahir biasanya akan membutuhkan perawatan khusus. Karena system kekebalan tubuh bayi belum berkembang dengan maksimal. Dengan begitu banyak para orang tua harus tahu bagaimana cara yang benar dalam merawat anak.

Sebab muntah pada bayi seringkali terjadi dan ada beberapa jenisnya. Untuk itu, orang tua khususnya para Ibu harus tahu dan perlu waspada dengan muntah si kecil.

Ada beberapa muntah pada bayi yang perlu orang tua ketahui. Karena kadangkala ada beberapa orang tua menganggap biasa saja jika anak muntah.

Padahal ketika si kecil sudah mencapai tingkat muntah seharusnya orang tua perlu berhati-hati. Menurut para ahli kesehatan menyebutkan, bahwa muntah bayi dibedakan menjadi 3 jenis dan perlu untuk diwaspadai. Antara lain adalah:

  1. Bayi muntah berupa susu
  2. Bayi muntah berwarna hijau kekuningan
  3. Bayi muntah parah yaitu mengeluarkan darah

Para orang tua harus mengetahui apa saja muntah yang berbahaya pada bayi. Karena hal ini untuk mengantisipasi memperparah muntah pada si kecil.

Bahaya dan tindakan yang perlu untuk dilakukan orang tua menjadi penting di sini. Sebab, memahami satu persatu tanda dan bahaya munta pada bayi menjadi tolok ukur dalam mengatasi.

Jika bayi muntah yang berupa susu, biasanya ini disebabkan asi yang belum tercerna dengan baik pada perut anak yang kemudian keluar berupa muntahan susu. Muntah pada bayi yang berupa susu ini terjadi karena necrotizing enterocolitis atau dikenal dengan infeksi saluran pencernaan bayi.

Gejala yang terjadi meliputi tubuh anak lemah, muntah, perut membesar dan kembung. Jika sudah parah juga bisa disertai dengan berak berdarah.

Bayi paling rentan terkena necrotizing enterocolitis juga terjadi akibat dari persalinan yang terlalu lama sehingga bayi kekurangan oksigen, ketuban pecah lebih dari 18 jam dan lahir prematur.

Kemudian pada poin dua adalah bayi muntah berwarna hijau kekuningan seperti cairan ingus. Muntah pada bayi ini disebut dengan muntah bilus.

Pada tahapan ini muntah tersebut perlu untuk diwaspadai, sebab bisa diakibatkan oleh penyumbatan usus, bisa total atau pun sebagian. Jika perut anak membesar, perlu segera membawa ke dokter untuk dilakukan tindakan yang sesuai. Sebab jika benar akibat penyumbatan pada usus bayi maka memerlukan tindakan pembedahan yang harus segera dilakukan.

Dan yang terakhir adalah muntah pada bayi yang mengeluarkan darah. Jika muntahan bayi berupa warna merah terang atau kental pekat seperti kopi maka penyebabnya adalah pendarahan di saluran pencernaan atas bayi, bisa lambung, duodenum atau esophagus. Muntah darah juga bisa terjadi akibat iritasi lambung sehingga merangsang si kecil muntah darah. Pada tahap ini pastikan untuk segeran merawat bayi dengan tepat agar tidak semakin buruk kondisinya.

Untuk lebih bijaksana dalam mengkonsumsi apa pun saat hamil dapat mengurangi resiko anak terserang berbagai macam sakit, terutama muntah pada bayi.

Karena ternyata mengkonsumsi jamu-jamuan berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung bayi yang mengakibatkan muntah pada si kecil. Untuk memastikan kandungan steroid pada jamu yang menyebabkan iritasi lambung membutuhkan tes apt pada ahli.

Jika si kecil mulai menunjukan tanda muntah yang disertai dehidrasi juga perlu untuk diwaspadai. Lakukan tindakan cepat dengan membawa si kecil ke rumah sakit terdekat. Sebab dalam proses penanganan lebih cepat akan lebih baik.