Tanda Apendisitis Pada Anak yang Perlu Orang Ketahui

Apendisitis atau lebih dikenal dengan radang usus buntu merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, tidak terkecuali pada anak-anak sekali pun. Radang usus buntu pada anak biasanya terjadi di usia anak belasan, misal 11 hingga 12 tahun. Itu sebabnya radang usus buntu jarang terjadi pada bayi. Terjadinya usus buntu dikarenakan ada infeksi atau peradangan pada appendix vermiformis.

Appendix vermiformis adalah struktur yang berbentuk jari dan menempel pada sekum abdomen di bagian usus besar kuadran kanan bawah. Jika appendix meradang, maka usus buntu akan terjadi. Oleh sebab itu, orang tua perlu mengantisipasi anak terserang apendisitis agar tidak parah. Salah satunya dengan mengetahui tanda maupun gejala-gejala anak terserang radang usus buntu dengan segera. Berikut tanda-tanda anak terserang radang usus buntu:

  1. Nyeri perut bagian kanan bawah, tapi berawal dari pusar
  2. Muntah, mual serta nafsu makan turun
  3. Demam ringan berkisar 37-38 derajat celcius
  4. Gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit
  5. Sering buang air kecil karena kandung kemih terganggu
  6. Anak cenderung meringkuk dan membungkuk menahan nyeri
  7. Terjadi peningkatan sel darah putih pada tubuh anak
  8. Anak akan mengeluarkan keringat dingin dan mulai pucat

Para orang tua perlu mengetahui hal ini sebab mencegah agar radang usus buntu anak tidak semakin memburuk dan memperparah kondisi anak. Mewaspadai hal-hal yang bisa menimbulkan radang usus buntu juga harus orang tua tahu. Seperti menjaga pola makan dan gaya hidup anak. Dengan menjaga pola makan anak, anda sudah membantu dalam mengantisipasi anak terserang banyak penyakit, salah satunya radang usus buntu.

Jika apendisitis sudah terjadi, langkah yang perlu orang tua lakukan hanya dengan segera membawa anak ke dokter agar ditangani dengan tepat. Jangan sampai apendiks anak sampai pecah duluan, karena akan menimbulkan infeksi pada organ lainnya yang ada di dalam perut. Radang usus buntu memang bisa sangat berbahaya jika terlambat dalam penanganannnya. Oleh sebab itu orang tua dituntut lebih cekatan dalam mengatasi radang usus buntu pada anak.

Walaupun terkadang radang usus buntu tidak menimbulkan penyakit yang serius, namun jika apendiks cepat dan tidak segera diobati maka yang akan terjadi akan sebaliknya. Mencegah anak terhindar dari radang usus buntu bisa bunda lakukan dengan banyak memberikan makanan berserat atau makanan tinggi serat pada anak. Antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, agar-agar dan yogurt. Selain makanan berserat juga bisa dengan memperbanyak konsumsi vitamin A dan D sebagai pencegah radang usus.

Perlu diingat ya, saat anak sudah mengalami tanda atau gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, selama 1×24 jam usus buntu dapat pecah. Sehingga anak perlu segera untuk diobati. Jangan menunggu terlalu lama untuk mengantisipasi apendisitis pecah dan menyebar pada rongga perut lainnya yang juga membahayakan.

Mulai dari pola makan hingga gaya hidup anak dapat menentukan masa depan kesehatan anak. Jika sudah membiasakannya sejak dini pada anak, tentu orang tua tidak akan kesulitan menjaga kesehatan anak. Karena memang peran orang tua sebagai contoh dan yang mengarahkan anak menuju kebiasaan baik tentu harus dilakukan sejak anak masih kecil agar bermanfaat di masa depan anak. Yuk, sayangi usus anak dengan menjaga pola dan gaya hidup anak dengan baik.